Faktanews24 · Kamis, 17 September 2026
Kepala yayasan makan bergizi kabupaten Tebo Sugeng sudah jelas bohong, diduga sudah mark,up anggaran
Pelaksanaan program makan bergizi untuk siswa di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, dan Rimbo Ilir dipertanyakan oleh pihak sekolah. Dalam peliputan sebuah media pada pertengahan September 2026, guru di sekolah setempat menyebut susu hanya pernah diberikan saat bulan puasa lalu dan kini tidak ada lagi. Menurut guru, daging sapi juga tidak lagi diterima, sementara menu yang rutin hadir adalah ayam dan ikan lele.
Kepala yayasan pengelola makan bergizi di Tebo, saat dikonfirmasi, menyatakan daging sapi diberikan dua minggu sekali. Ia juga menjelaskan bahwa susu tidak lagi boleh dibagikan kecuali berasal dari UMKM setempat. Keterangan ini berbeda dengan penjelasan guru yang menyebut daging sapi terakhir diberikan saat puasa. Atas perbedaan tersebut, media yang meliput meminta kepolisian, dinas kesehatan, dan instansi terkait di Pemkab Tebo memantau pengelolaan program ini karena menduga ada penggelembungan anggaran. Dugaan itu belum dibuktikan dan masih memerlukan pemeriksaan pihak berwenang.
Ditulis ulang secara otomatis dari pemberitaan Faktanews24. Hak cipta berita asli ada pada media yang bersangkutan. Ada yang keliru? Kabari kami.